Kamis, 24 Desember 2015

Goresan Pena Hitam

 “Terpuruknya Negeri Ini”
Yang saya hormati Kadin Pemuda dan Olahraga dan pemerintah pada umumnya
Yang terhormat bapak Kepala Sekolah
Yang terhormat Bapak/ibu guru
Serta teman-teman yang saya sayangi
Dan yang terhormat teman-teman sekalian yang hadir disini

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakaatu

            Puji syukur tidak henti-hentinya kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat rahmat dan hidayahnya, kita di beri kesehatan dan kesempatan sehingga kita bisa hadir di tempat ini. Dan tak lupa juga kita mengirimkan salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Yang menjadi panutan dan suri tauladan bagi kita sebagai umatnya.

Ibu guru dan teman-teman sekalian yang saya hormati

            Pada kesempatan hari ini saya akan membawakan sebuah pidato yang berjudul “terpuruknya negeri ini”

Hadirin sekalian yang saya hormati

            Kenapa saya mengangkat judul pidato ini karena kondisi negeri kita saat ini sedang terperuk. Berbagai masalah yang di alami negeri ini tak henti-hentinya datang silih berganti. Diantaranya semakin banyaknya masyarakat miskin, semakin maraknya kasus korupsi yang di lakukan oleh oknum pejabat, atau wakil rakyat,bentrokan  antar suku dan agama sehingga menimbulkan korban jiwa bahkan di perjual belikannya hukum.

            Di sisi lain sebagian remaja atau pemuda yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa dan menjadi harapan orang tua mereka, seolah tidak peduli, banyak di antara mereka melakukan hal yang sia-sia seperti tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, serta melakukan hubungan seks di luar nikah. Sungguh perbuatan itu sangat tercela. Tetapi, mereka menganggap bahwa itu sudah menjadi hal yang lumrah dan menjadi tren anak muda masa kini.

            Inilah bukti bahwa negeri kita saat ini betul-betul terpuruk di berbagai sisi kehidupan baik ekonomi,politik,hukum, sosial dan budaya. Di bidang ekonomi misalnya naiknya bahan-bahan pokok membuat masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak mampu membeli dan akan memicu bertambahnya masyarakat miskin. Di bidang politik, para penguasa dan wakil rakyat berlomba-lomba untuk mengumpulkan kekayaan untuk diri mereka sendiri. Mereka seolah tidak peduli dengan masyarakat. Mereka lebih mementingkan pencitraan dan kenaikan gaji  padahal kerja mereka tidak becus. Mereka mengingkari janji-janji yang dikeluarkan saat pemilihan umum akibatnya.masyarakat kecil menjerit di karenakan penderitaan yang dialami. Di bidang hukum, orang miskin yang di tuduh mencuri sop buntut, dua buah kakao,dan sepasang sandal jepit yang harganya tidak seberapa di hukum maksimal 15 tahun ataupun yang sedang hangat diperbincangkan kasus nenek Asyani yang ditahan karena dituduh mencuri pohon jati milik Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur yang berada di Situbondo dan dihukum dan dihukum penjara serta denda yang beitu banyak sedangkan para koruptor yang menggelapkan uang Negara triliyunan rupiah hanya di hukum 2 tahun saja bahkan hanya 3 bulan. Sehingga masyarakat menganggap hukum negeri kita ini seperti panggung sandiwara. Di hadapan hukum, nyatanya uang dan kedudukan sangat menentukan. Itu pula sebabnya penegak hukum mirip wirausaha yang berbisnis perkara. Ditemani oleh undang-undang dan dikawal para makelar maka hukum jadi barang jualan. Dapat dibeli dan ditawar. Ikhtiar untuk membasmi terasa sia-sia dan tak ada gunanya. Peringkat korupsi masih tinggi, aparat tanpa hati nurani dan pengacara hilang etika.  

Hukum memang sudah lama hilang di negeri ini. Yang tinggal hanya fakultas hukum, pejabat hukum dan lebih banyak lagi, makelar hukum! Komplotan para bedebah itulah yang tersisa dan bekerja.

 Di bidang sosial dan budaya sudah mulai lunturnya norma dan adat luhur budaya kita. Misalnya mulai berkurangnya rasa saling menghormati, banyaknya anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya hilangnya persatuan dan kesatuan sehingga menimbulkan bentrokan antar suku, ras dan  agama.

Ibu guru dan teman-teman sekalian yang saya hormati

            Penyebab dari semua masalah di atas adalah tidak diamalkannya lagi nilai-nilai luhur bangsa kita. Bangsa kita di kenal dengan nilai-nilai luhurnya. Bangsa kita di kenal dengan ketaqwaannya kepada tuhan Yang Maha Esa, memiliki adab, punya persatuan dan kesatuan serta memiliki keadilan sosial yang mewakili  seluruh rakyat bangsa ini, yaitu pancasila. Lantas mengapa kita tidak mengamalkannya lagi? Bukankah negeri ini di bangun berlandaskan pancasila dan UUD 1945?

hadirin sekalian yang saya hormati

            Kita kembali menengok ke masa lalu bagaimana perjuangan para pendiri bangsa ini dalam merebut kemerdekaan. Mereka mengorbankan jiwa dan raga mereka demi mencapai itu semua. Mereka berharap kelak negeri ini akan menjadi negeri yang besar serta mampu terbang menuju kejayaan. Mereka pasti mengharapkan para pemudanya mampu mengisi kemerdekaan ini dengan semangat pembangunan. Tetapi kita seolah-olah ragu apakah kita bisa membawa bangsa ini menuju kejayaan.
Hadirin sekalian yang saya mulyakan

            Lantas kita sebagai pemuda hanya diam saja? Apakah kita tega bila nantinya arwah pendiri bangsa ini menangis melihat keadaan bangsa ini? Dan apakah kita rela jika negeri ini semakin terpuruk? Jawabannya adalah tidak ibu guru dan teman-teman sekalian kita tidak boleh diam. kita tidak ingin menyia-nyiakan para pendiri bangsa ini menangis. Kita juga tidak akan membiarkan negeri ini semakin terpuruk. Caranya kita sebagai pemuda-pemudi harus berkarya dan berprestasi dalam bidang yang kita tekuni demi pembangunan bangsa ini. Kita tunjukkan pada dunia bahwa pemuda Indonesia kuat. Pemuda Indonesia punya mental garuda yang akan selalu terbang tinggi meraih cita-cita. Pemuda Indonesia punya jiwa pancasila yang pantang untuk menyerah dan pemuda Indonesia punya semangat proklamasi yang selalu berkobar dalam menerangi jiwa kita untuk meraih prestasi. Selain itu dengan usaha dan berdoa kepada Allah SWT. Insya allah kita bisa meraih itu semua dalam mencapai kejayaan bangsa ini.

Hadirin sekalian yang saya hormati

            Sebagai kesimpulan, sebagai pelajar marilah kita selamatkan negeri ini dari keterpurukannya dengan meraih prestasi dalam bidang kita masing-masing demi pembangunan bangsa ini karena siapa lagi kalau bukan kita pemuda Indonesia. Sesungguhnya Allah tidak  akan mengubah suatu kaum jika kaum itu mau merubahnya.

Sekian dan terima kasih.